Mengenal Penyebab Kematian Kim Jonghyun, Karbon Monoksida Dan Efek Bahaya Yang Di timbulkan
Baru-baru ini jagad hiburan korea di hebohkan dengan kabar meninggalnya salah satu member Shinee yaitu Kim Jonghyun. Menurut kabar yang di sampaikan oleh kepolisian setempat, untuk semenatara waktu penyebab meninggalnya Lead Vocal Shinee ini di akibatkan oleh keracunan karbon monoksida. Semua orang pastinya sudah mengenal apa itu karbon monoksida, namun hanya sedikit yang mengerti bahaya karbon monoksida untuk kesehatan, nah pada kesempatan kali ini, saya akan secera khusus membahas mengenai bahaya yang di timbulkan jika kita tidak sengaja menghirup karbon monoksida, serta tindakan apa yang tepat untuk menanganinya.
Keracunan karbon monoksida adalah keracunan akibat terlalu banyak menghirup karbon monoksida, yang merupakan salah satu gas beracun. Karbon monoksida sangat berbahaya karena keberadaanya yang tidak bisa kita perkirakan, karbon monoksida memiliki sifat tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengiritasi kulit dan mata. Hal ini mengakibatkan para korban tidak menyadari bila mereka telah terkontaminasi karbon monoksida, yang akibatnya mereka telat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Hal berbahaya lainnya, karbon monoksina (CO), dalam udara sangat mudah untuk di hirup dan di serap dengan mudah ke dalam paru-paru. Di bandingkan oksigen, CO lebih mudah berkaitan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah, menyebabkan jaringan tubuh menjadi kekurangan oksigen.
Ruangan pabrik yang tertutup, dapat menyebabkan pekerja di dalamnya keracunan karbon monoksida kapan saja, selain pekerja pabrik, orang-orang seperti bayi, lansia, orang-orang dengan penyakit jantung kronis, anemia, atau dyspnea memiliki risiko yang lebih tinggi untuk keracunan CO.
Beberapa gejala di bawah ini adalah kondisi yang umum terjadi pada seseorang yang mengalami keracunan karbon monoksida, yang beberapa diantaranya sangat mirip dengan penyakit lain, seperti influenza, berikut ini dianataranya :
- sakit kepala
- mual
- pusing
- kesulitan berkonsentrasi
- nyeri dada
- sesak napas
- penglihatan buram
Gejala lain yang disebabkan keracunan ini termasuk rasa kantuk, pingsan, dan koma. Keracunan CO akut dapat berujung pada kematian. Kematian yang terjadi akibat keracunan gas CO adalah semacam kematian yang tidak disadari, karena pasien dapat sewaktu-waktu meninggal pada saat tidur atau mabuk tanpa adanya gejala apapun.
Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikan dengan dokter Anda.
Faktor-faktor yang dapat membuat Anda mengalami keracunan CO di antaranya:
- Menggunakan alat pemanggang outdoor di dalam ruangan
- Bekerja dengan mesin di dalam ruangan tertutup meningkatkan risiko Anda keracunan CO
Pertolongan pertama untuk seseorang yang mengalami keracunan karbon monoksida, penanganan yang tepat di ambil adalah dengan membawa korban dari area yang terkontaminasi CO. Korban harus menghirup udara bersih (100% oksigen) untuk meningkatkan level oksigen dalam tubuh. Jika gejala yang di derita lebih parah, penderita memerlukan bantuan ventilator untuk mendukung aliran oksigen ke dalam tubuh.
Jika kedua cara di atas belum berhasil, mungkin metode alternatif dari pengobatan keracunan CO adalah terapi oksigen tekanan tinggi. Dokter Anda akan menggunakan terapi oksigen tekanan tinggi untuk orang-orang dengan tingkan carboxy-hemoglobin lebih tinggi dari 40%, orang yang koma atau tidak sadarkan diri, dan wanita hamil yang memiliki tingkat karbon lebih tinggi dari 15%.
Untuk mencegah karbon monoksida, di perlukan beberapa perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang harus di lakukan, seperti beberapa cara di bawah ini :
- Jauhi tempat tertutup dengan mesin
- Periksa dan pantau kelayakan pemanas air, kompor gas, perapian atau alat apapun yang menggunakan gas, minyak, dan batu bara di dalam rumah
- Tentukan tingkat waspada akan karbon monoksida di rumah dan tempat kerja
- Hanya beli peralatan yang menggunakan gas (kompor gas, perapian) dengan merek terpercaya
- Periksa dan bersihkan cerobong asap tiap tahun
- Jangan menggunakan kompor gas atau oven untuk menghangatkan ruangan karena dapat menyebabkan penumpukan karbon monoksida di rumah Anda
- Jangan membakar arang di dalam rumah karena pembakaran arang memproduksi karbon monoksida
- Jangan menggunakan generator di dalam ruangan, basement, dan garasi, atau dari jendela, pintu, ventilasi kurang dari 6 meter
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Komentar
Posting Komentar