Hati-hati Perceraian Dapat Tingkatkan Risiko Terkena Penyakit Jantung
Perceraian memang tidak dapat di benarkan, akan ada banyak dampak negative yang di timbulkan oleh perceraian tersebut. Misalnya, kesehatan mental anak jadi terganggu, mereka akan meresa rendah dan berbeda dengan anak lainnya, yang dampak panjangnya dapat berakibat buruk pada masa depan si anak tersebut.
Namun tahukan Anda, selain anak-anak, ke dua orang yang mengalami perceraian pun ternyata memiliki risiko yang tidak kalah buruk dengan anak-anak. Menurut penelitian yang di publikasikan di Journal of Marriage and Familly menyebutkan bahwa orang yang bercerai lebih rentan terkena penyakit jantungketimbang mereka yang masih menikah dengan usia sama. Studi ini di lakukan kepada pria dan wanita paruh baya yang telah bercerai.
Wanita menjadi pihak yang di rugikan dalam hal perceraian mengapa, jawabannya adalah wanitaparuhbaya memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan pria paruhbaya yang bercerai. Hal ini di sebabkan oleh adanya tekanan sosial berupa stres berkepanjangan, stigma buruk, dan wanita cenderung mengalami dampak besar pada sisi finansial sehingga membuat mereka lebih stres.
Pernyataan di atas di dukung oleh data dar studi yang di lakukan oleh University of Texas. Tercatat, di usia 60 tahun, 33% wanita yang bercerai di prediksi akan mengalami pernyakit jantung dibandingkan dengan 20,5% wanita yang masih menikah. Sementara, untuk pria, 37,5% pria berpotensi memiliki penyakit jantung ketimbang 31,7% pria yang masih menikah.
Sementara menurut penelitian yang di lakukan oleh Aston Medical School di Inggris, angka kematian akibat jantung pada mereka yang bercerai 16% lebih tinggi dibanding mereka yang masih menikah. Alasannya, karena di saat mereka mengalami kesulitan atau terkena penyakit terntentu, mereka tidak memiliki seseorang untuk berbagi atau mendukungnya.
Pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hal seperti darah tinggi, depresi, kanker, penyalangunaan obat, dan bunuh diri. Bahkan menurut The Journal of Men’s Health, risiko dan angka kematian pria setelah bercerai bisa meningkat hingga 250%!
Tidak ada istilah lebih baik untuk sebuah perceraian, karena akan banyak hal yang di rugikan. Jika memang alasan perceraian yang Anda lakukan karena adanya kekerasan dalam rumah tangga, mungkin perceraian tersebut dapat di benarkan. Namun alasan ketidakcocokan menjadi dasar perceraian, saya rasa hal tersebut masih dapat di pertimbangkan, ingat akan ada anak-anak yang menjadi korbannya, buang rasa egois Anda untuk kebaikan. Jalani dengan ikhlas, dan yang paling penting jaga selalu komunikasi dengan pasangan, agar masalah seberat apapun dapat terselesaikan dengan baik.

Komentar
Posting Komentar