Mengenal Penyabab Transient Tachypnea of the Newborn (TTN), Pada Bayi Baru Lahir


Setelah bayi di lahirkan, tentunya akan ada banyak perubahan yang di almi, bayi harus mulai beradaptasi dengan dunia baru tempat dia bernapas. Paru-paru bayi akan mengalami perubahan, karena setelah lahir bayi harus bisa bernapas sendiri lewat paru-parunya. Dan Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) adalah salah satu jenis masalah pernapasan yang cukup sering di temukan pada bayi baru lahir.

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) adalah gangguan pernapasan pada bayi yang baru lahir, terjadi sekiatr beberapa jam setelah kelahiran. TTN adalah penyabab utama sindrom distres napas pada bayi baru lahir.

TTN terjadi akibat dari proses penyerapan paru-paru namun terhambat oleh satu dan lain hal, bayi dapat mengalami sesak napas, kondisi napas cepat dan sesak pada bayi baru lahir.

Faktor risiko transient tachypnea bisa meliputi:

  • Bayi yang lahir caesar
  • Bayi laki-laki
  • Bayi yang memiliki riwayat asma dalam keluarganya
  • Bayi makrosomia (berat badan lahir besar; lebih dari 4 kilogram)
  • Lahir dari ibu yang memiliki riwayat diabetes

Tnda bayi Anda mengalami TNT dapat di lihat dari cara bayi bernapas, perhatikan saat dia mengambil napas, dada bayi terlihat masuk ke dalam karena otot dinding dadanya tertarik. Sementara saat menghembuskan napas, dada bayi akan terlihat mengembung. Kulit bayi juga bisa tampak biru karena kesulitan bernapas, terutama kulit di sekiatr mulut dan hidung. Yang biasanya, muncul sesaat setalh 6 jam di lahirkan.

Untuk Anda para orangtua, jangan khawatir. Kondisi ini bukan merupakan hal yang berbahaya, dengan penanganan cepat, kondisi bayi akan berangsur membaik. TTN umumnya membaik dalam 2-5 hari. Pada beberapa kasus mungkin butuh waktu lebih lama, tergantung dari kondisi bayi dan pengobatan yang diterimanya saat.

Pada umumnya, transient tachypnea pada bayi baru lahir ditangani dengan pemberian bantuan oksigen. Bayi yang mengalami sesak napas dapat diberikan ASI lewat selang hidung atau selang mulut untuk mencegah makanan masuk ke dalam paru, yang bisa menyebabkan pneumonia aspirasi. Jika napas bayi setelah diukur lebih dari 80 kali per menit, maka bayi harus dipuasakan dan diberikan makanan melalui infus.

Beberapa bayi yang mengalami TTN bisa diberikan antibiotik jika gejalanya dicurigai disebabkan oleh infeksi seperti pneumonia atau sepsis.

Transient tachypnea sendiri tidak menimbulkan komplikasi. Apabila muncul komplikasi, biasanya disebabkan oleh terapi oksigen yang diberikan. Bicarakan lebih lanjut dengan dokter yang menangani bayi Anda untuk kekhawatiran tentang komplikasinya dan pertanyaan lainnya.

Komentar